Piala dunia2026,- Keputusan mengejutkan datang dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang mencoret nama bek andalan Rizky Ridho dari daftar pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026. Langkah ini sontak memantik spekulasi luas, terutama terkait siapa saja pemain lain yang berpotensi menyusul keluar dari skuad Garuda.
Pencoretan Ridho menjadi sinyal kuat bahwa Herdman tidak segan melakukan perombakan besar dalam membentuk tim terbaiknya. Apalagi, Piala AFF 2026 bukan bagian dari kalender resmi FIFA, sehingga sejumlah kendala teknis dan regulasi turut memengaruhi komposisi pemain yang bisa dipanggil.
Absennya Ridho Jadi Awal Perubahan
Nama Rizky Ridho selama ini dikenal sebagai salah satu pilar penting di lini belakang Timnas Indonesia. Bahkan, ia kerap menjadi pilihan utama dalam berbagai ajang internasional. Namun secara mengejutkan, namanya tidak masuk dalam daftar TC terbaru.
Keputusan ini memunculkan banyak pertanyaan. Mengingat performa Ridho relatif stabil, pencoretannya diyakini bukan semata soal kualitas individu, melainkan bagian dari strategi yang lebih besar.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Herdman tengah menyiapkan komposisi tim yang lebih fleksibel, bahkan kemungkinan membangun dua skuad berbeda untuk menghadapi berbagai agenda internasional sepanjang 2026.
Potensi “Korban” Lain: Lebih dari 20 Nama
Tak berhenti pada Ridho, Herdman disebut berpotensi mencoret lebih dari 20 pemain lainnya dalam proses seleksi menuju skuad final AFF 2026.
Langkah ini tidak lepas dari banyaknya pemain yang dipanggil ke TC awal. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Herdman memang dikenal kerap memanggil skuad besar sebelum mengerucutkannya menjadi tim inti.
Fenomena ini bukan hal baru. Pada ajang FIFA Series 2026, Herdman juga memangkas jumlah pemain secara signifikan—dari 41 nama menjadi hanya 24 pemain inti.
Dengan pola serupa, bukan tidak mungkin gelombang pencoretan akan kembali terjadi dalam waktu dekat.
Pemain Diaspora Terancam Absen
Salah satu faktor paling krusial dalam seleksi kali ini adalah status Piala AFF yang tidak masuk kalender FIFA. Kondisi ini membuat klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya.
Akibatnya, sejumlah pemain diaspora yang selama ini menjadi kekuatan utama Timnas Indonesia berpotensi absen. Nama-nama seperti Emil Audero, Jay Idzes, hingga Calvin Verdonk disebut masuk dalam kategori ini.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman. Di satu sisi, pemain diaspora menawarkan kualitas dan pengalaman internasional. Namun di sisi lain, ketersediaan mereka sangat bergantung pada kebijakan klub masing-masing.
Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa Herdman mulai mempertimbangkan untuk membangun skuad AFF tanpa mengandalkan pemain Eropa.
Kesempatan Besar untuk Pemain Lokal
Dengan potensi absennya pemain diaspora, peluang bagi pemain lokal semakin terbuka lebar. Kompetisi domestik, khususnya Super League 2025-2026, menjadi ladang utama pencarian talenta.
Sejumlah pemain muda dan nama-nama yang sebelumnya jarang mendapat kesempatan kini berpeluang besar masuk skuad utama. Bahkan, beberapa pemain disebut telah disiapkan sebagai pengganti langsung posisi yang ditinggalkan Ridho.
Tak hanya itu, bocoran surat pemanggilan juga menunjukkan adanya nama-nama baru yang siap menjalani debut bersama tim senior.
Hal ini menandakan bahwa Herdman tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga sedang membangun fondasi jangka panjang bagi Timnas Indonesia.
Strategi Herdman: Adaptasi atau Eksperimen?
Langkah berani Herdman mencoret pemain-pemain berpengalaman bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi kompetisi yang tidak ideal. Kedua, sebagai eksperimen untuk menemukan komposisi terbaik.
Sebagai pelatih yang baru menangani Timnas Indonesia sejak awal 2026, Herdman memang masih dalam fase eksplorasi. Ia terus mencari kombinasi pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Herdman menegaskan bahwa ia ingin membangun tim yang kompetitif tidak hanya di level Asia Tenggara, tetapi juga di level Asia.
Karena itu, setiap keputusan—termasuk pencoretan pemain—kemungkinan besar didasarkan pada kebutuhan taktik dan visi jangka panjang.
Menuju Skuad Final AFF 2026
Dengan semakin dekatnya Piala AFF 2026, proses seleksi akan semakin ketat. Dari puluhan pemain yang dipanggil ke TC, hanya sebagian kecil yang akan bertahan hingga skuad final.
Persaingan di setiap lini dipastikan berlangsung sengit. Pemain tidak hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan skema permainan yang diusung Herdman.
Bagi para pemain yang terancam dicoret, TC menjadi ajang pembuktian terakhir. Sementara bagi yang sudah tersingkir, peluang kembali ke tim nasional tetap terbuka, tergantung pada performa di level klub.



